Banner Indonesia Network

Google
 

Tuesday, June 12, 2007

Jogja Kota Linux dan Hacker

Jogja atau Yogyakarta selama ini telah dikenal sebagai kota gudeg, kota pariwisata, dan kota pendidikan. Meskipun pernah juga ?diserempet? sebagai kota carder dan cracker, kini Jogja lebih pantas mendapat julukan kota Linux dan hacker.

Julukan Jogja sebagai kota Linux ini bukan mengada-ada, karena di kota ini terdapat paling tidak 12 kelompok atau komunitas studi Linux, disingkat KSL, plus sebuah Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Jogja. KSL-KSL ini berkoordinasi di bawah KPLI Jogja. Dalam waktu dekat akan ada KSL-KSL baru yang tumbuh dari lembaga-lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah propinsi di pinggir selatan pulau Jawa ini. Sedangkan julukan sebagai kota hacker akan melekat sendirinya jika banyak orang yang belajar Linux atau menjadi hacker, bukan cracker. Para anggota KPLI dan KSL di Yogayakarta ini menyebut dirinya JogXer (Jogja Linuxer).

Nama JogXer tidak ada hubungan langsung dengan XnuXer, distro dan sekaligus nama samaran Dani Firmansyah yang populer dengan partai ?Jambu? di tnp.kpu.go.id beberapa waktu lalu. Dani pernah tinggal di Yogya, juga pernah menggunakan Linux, namun dalam pengakuannya yang jantan ia memang pembuat XnuXer dan tidak membawa-bawa nama JogXer. Akankah lahir ?Dani-Dani? baru dari JogXer? Dalam arti positif, ya, para JogXer ini siap membuat Linux menjadi sistem operasi populer di seantero Indonesia. Itu setidaknya nampak dari bergabungnya beberapa anggota JogXer dalam pengembangan software berbasis Linux dan open source, seperti KDE dan OpenOffice.org.

JEMU-AH
Suasana Minggu siang, 23 Mei 2004 itu sangat cerah. Secara ?marathon? InfoLINUX mewawancarai puluhan mahasiswa, yang mewakili delapan KSL dari 12 KSL yang telah terdafatr resmi di KPLI Jogja. Mereka datang ke suatu halaman kampus Universitas Atmajaya, di depan Reaktor Nuklir BATAN. Pertemuan kali ini bukan hanya untuk wawancara. Karena, setiap minggu mereka bertemu dengan tempat bergiliran dari satu kampus ke kampus lainnya, untuk saling tukar cerita dan pengalaman bersama Linux. Mereka menyebut pertemuan rutin mingguan itu sebagai JEMU-AH (JogXer Meeting Up ? Ahad) atau pertemuan pengguna Linux Jogja di hari minggu.

Rupanya, hari minggu bukan merupakan hari libur bagi para pengguna Linux di Yogya ini. Mereka semua masih berstatus mahasiswa, namun sebagian dari mereka juga bekerja. Mirip dengan nama kegiatannya, barangkali JEMU-AH dapat menjadi sarana menghilangkan rasa jemu dari kehidupan kuliah dan kerja. Jemu adalah bahasa Jawa yang artinya jenuh atau bosan. Daripada jemu di rumah, lebih baik bergabung dalam komunitas yang penuh ilmu dan tantangan. Begitulah kira-kira.

Mengapa ikut JogXer?
Ketika ditanya apa alasan bergabung dengan JogXer alias KPLI Jogja atau KSL-KSL, jawaban yang kami peroleh sangat beragam. Namun secara umum mereka ingin saling tukar pengalaman dan secara bersama mengembangkan Linux di Jogja dan Indonesia.

Dedy Hariyadi dari KSL UPN (Universitas Pembangunan Nasional) misalnya, mengatakan ikut aktif di komunitas Linux karena ingin banyak teman dan tambah pengalaman (skill dan organisasi) sesuai prinsip gerakan open source. Seperti Dedy, Lalu Hari Suryadi dari KSL-UAD (Universitas Ahmad Dahlan) bergabung dengan komunitas karena ingin saling melengkapi dari hasil belajar serta riset yang dilakukan masing-masing selama ini. Hasil belajar dan riset bukan hanya dapat dinikmati sendiri namun juga dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

Lain lagi dengan alasan M. Agung Nugroho dari KSL AMIKOM, selain karena mencari teman dan sharing ilmu, juga bisa mengerti banyak hal sehingga merasa terdidik oleh komunitas. I Gede Wijaya S dari KSL UGM bergabung ke komunitas karena ingin tukar pengalaman dan mengetahui kultur dan ciri khas pengguna Linux di Indonesia, khususnya di Jogja.

Kegiatan JogXer dan KSL-KSL Salah satu program kerja JogXer atau KPLI Jogja tahun ini adalah menyelenggarakan Linux Day, yaitu demo dan presentasi Linux, pada tanggal 1 Juni 2004. Tujuannya untuk menunjukkan Linux bisa diguakan dalam kehidupan sehari-hari di kantor, pendidikan, dan di rumah. Kegiatan JogXer seperti ini didukung seluruh KSL. Berikut ini profil sebagian dari 12 KSL yang sudah terdaftar di KPLI Jogja. Di antara sekian banyak KSL di Jogja, KSL UAD (Universitas Ahmad Dahlan) termasuk senior dengan beberapa kegiatan yang menonjol seperti penyelenggaraan seminar nasional, penulisan buku, lengkap dengan lab OSRG-nya (Open Source Research Group). KSL UAD didirikan pada tanggal 22 juli 1999, dan saat ini beranggotakan sekitar 200 orang, dengan ?komandan? Dudi Suryadarma dan Lalu Hari Suryadi. KSL ini memiliki empat divisi, networking, programming, database dan aplikasi. Alumni KSL UAD tersebar di beberapa perusahaan Linux di Jogja dan Jakarta.

KSL UGM (Universitas Gadjah Mada) termasuk muda, karena baru didirikan 24 Januari 2004. Koordinatornya Iwan Setyawan dan I Gede Wijaya S. Aktivis KSL UGM berasal dari beberapa Jurusan, seperti Teknik Elektro, D3 Elektro, dan Teknik Geologi.

KSL UII (Universitas Islam Indonesia) diketuai Bondan Himawan. Berdiri Maret 2002, KSL UII beranggotakan 41 orang (Mei 2004). Mirip dengan seniornya, KSL UAD, KSL UII memiliki program kerja yang diwujudkan dalam bentuk divisi-divisi, yaitu pemrograman umum, pemrograman web, basis data, dan jaringan komputer.

KSL UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana)berdiri pada Januari 2003 dengan anggota hanya sekitar sepuluh orang. Ketuanya Willy Sudiarto Raharjo, yang juga koordinator untuk penerjemahan manual dan HOWTO OpenOffice.org ke dalam bahasa Indonesia (Baca juga profil InfoLINUX edisi ini).

KSL UPN (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jogjakarta) didirikan September 2002, dengan jumlah anggota saat ini sekitar 30 orang, yang diketuai Mulyanto. KSL HIMANIKA UNY (Himpunan Mahasiswa Elektronika Universitas Negeri Yogyakarta) berdiri sekitar setahun lalu, dengan kontak person Triyan W. Nugroho. KSL ini masih tergolong mudah dengan anggota sekitar sepuluh orang. KSL UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta) juga baru beranggotakan sekitar sepuluh orang, dengan ketua Dede Rustandi. KSL UTY menjadi tuan rumah dalam acara KPLI Jogja tahun ini, yaitu Linux Day, 1 Juni 2004.

KSL UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) yang beranggotakan sekitar 30 orang. Meskipun masih sedikit untuk ukuran sebuah universitas, kegiatan KSL UAJY cukup menantang anggotanya untuk aktif, antara lain pertemuan tiap hari Rabu dan Jum'at di Lab Jaringan Komputer, mengadakan Seminar/Workshop minimal sekali setahun, dengan materi mencakup aplikasi, networking dan security. KSL AMIKOM (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer "AMIKOM") masih tergolong muda, baru berdiri Februari 2004 dengan koordinator M. Agung Nugroho, dan anggotanya sekitar 10 orang.

KSL USD-MIPA (Universitas Sanatha Dharma Fakultas MIPA), merupakan KSL yang paling muda, baru berdiri April 2004, yang diketuai Oscar Mirga Bayu Wijaya, mahasiswa angkatan 2002. Anggotanya saat ini mencapai 15 orang. Program kerja yang telah berjalan adalah Workshop Merakit Komputer dan Instalasi Linux, pada bulan April yang lalu. Dan di bulan Oktober tahun ini akan menyelenggarakan workshop Linux untuk Sehari-hari di Kantor dan Rumah.

Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan salah satu KSL atau KPLI Jogja (JogXer) atau mau mendirikan KSL di lingkungan Anda, Anda dapat mendaftar lebih dahulu ke mailing list (milis) KPLI Jogja dengan mengirim email kosong ke jogja-linux-subscribe@yahoogroups.com.

Susunan Pengurus KPLI Jogja (Per 25 Januari 2004)
Ketua : Indra Wahyudi
Sekretaris : I Gede Wijaya S
Bendahara : Dedy Hariyadi

Humas : Willy B, Iwan S, Cahya
Usaha Dana : Yanthisa Achmadi, Angga, Yagus C, Fathir H
R&D : Gesit, Iwan B, Triyan WN, Willy SR
Alamat Milis: jogja-linux@yahoogroups.com

Nomor Urut dan nama-nama KSL, berdasarkan urutan pendirian atau pengumuman yang disampaikan ke KPLI Jogja. Nomor Urut ini juga nantinya dipakai untuk IDCARD (kartu pengenal anggota KPLI Jojga).
00: Umum (Sekolah, wiraswasta)
01: UAD (Universitas Ahmad Dahlan)
02: UII (Universitas Islam Indonesia)
03: AKPRIND (Sekolah Tinggi Teknik ?Akprind?)
04: UPN (Unvesitas Pembangunan Nasional ?Veteran?)
05: UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta)
06: AKAKOM (Akademi Komputer)
07: AMIKOM (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer "AMIKOM")
08: UNY (Universitas Negeri Yogyakarta)
09: UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana)
10: UGM (Universitas Gajah Mada)
11: UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta)
12: USD (Universitas Sanatha Dharma)

Tuesday, May 15, 2007

Sejarah Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berdiri pada tahun 1964 . UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-programyang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di jalan benduangn bandung, kampus dua di sumbersari dan kampus tiga di tegal gondo. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program pasca sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus fakultas kedokteran dan program D3 akademi perawat. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.Fakultas-FakultasPada awal berdiri, UMM baru membuka beberapa fakultas, yaitu fakultas Hukum, Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta jurusan Ilmu Agama (Cabang dari FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta). Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan jaman, maka UMM telah membuka fakultas-fakultas lain, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Psikologi, Kedokteram, Program D3 Keperawatan dan Program Pasca Sarjana yang masing-masing mengembang beberapa jurusan.MahasiswaSaat ini UMM mendidik tidak kurang dari 23.700 mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari NAD hingga Papua. Jumlah tersebut termasuk mahasiswa luar negeri, yaitu dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Australia dan Timor Leste. Mereka mempunyai latar belakang umur, budaya, suku ras, agama, kondisi sosial dan asal SLTA yang berada. Sehingga, menampak gerbang UMM ibarat masuk ke dalam "Dunia Mini" tempat berinteraksi antar individu dan komunitas yang beragam latar belakangnya.Dosan dan Staff TeknisDi bidang akademik, Umm terus mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian yang berstandar internasional serta didukung dosen yang qualified. Hal ini dilakukan, karena UMM telah bertekad menjadi The Real University. Saat ini, UMM mempunyai staf pengajar tidak kurang 750 orang dengan kualifikasi pendidikan hampir 80% lulusan S2, 15% S3 dan Guru Besar sedangkan sisanya masih lulusan S1 dari berbagai PT dalam dan luar negeri. Selain itu UMM juga didukung oleh ratusan staf administrasi, teknisi dan laboran yang masing-masing ahli di bidangnya. Untuk meningkatkan Skill dan kualitas SDM, UMM secara berkala mengirimkan dosen dan staf teknis ke luar negeri untuk mempelajari dan mendalami ilmu dan pengetahuan di semua bidang.

Wednesday, May 2, 2007

SEJARAH STIE YKPN JOGJA


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) Yogyakarta didirikan di Yogyakarta pada tanggal 12 September 1980. Tujuan pendirian STIE YKPN Yogyakarta adalah menyiapkan peserta didik menjadi warganegara yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, memiliki integritas pribadi yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi.
STIE YKPN Yogyakarta menyelenggarakan program pendidikan strata satu (S-1) Jurusan Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi, serta Program Pascasarjana, yaitu: Program Magister Akuntansi (MAKSI), Magister Manajemen (MM), dan Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA). Dalam perkembangannya selama lebih kurang dua puluh lima tahun, banyak hal yang telah dicapai STIE YKPN Yogyakarta. Perkembangan tersebut antara lain berupa diperolehnya status terdaftar, kemudian diakui, dan akhirnya disamakan untuk Jurusan Akuntansi dan Manajemen, serta status terdaftar untuk Jurusan Ilmu Ekonomi. Pada tahun 2002, STIE YKPN Yogyakarta memperoleh kepercayaan sebagai perguruan tinggi yang pertama kali menyelenggarakan program PPA di Yogyakarta. Pada tahun 2006, Jurusan Akuntansi dan Manajemen STIE YKPN Yogyakarta masing-masing mendapat status terakreditasi A. Perpanjangan ijin penyelenggaraan program studi untuk jurusan Akuntansi dengan SK No. 2609/D/T/2004 dan jurusan Manajemen dengan SK No. 2610/D/T/2004 tertanggal 7 Juli 2004.
STIE YKPN Yogyakarta berada di bawah naungan Yayasan Keluarga Pahlawan Negara Yogya­karta. Pengelolaan STIE YKPN Yogyakarta dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Harian (BPH) dan Ketua STIE YKPN Yogyakarta. BPH dan Ketua STIE YKPN Yogyakarta diangkat oleh Yayasan. BPH STIE YKPN Yogyakarta adalah badan yang dibentuk oleh Yayasan Keluarga Pahlawan Negara Yogyakarta untuk menetapkan kebijakan penyelenggaraan pendidikan di STIE YKPN Yogyakarta. Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua STIE YKPN Yogyakarta dibantu oleh Pembantu Ketua, Ketua Program Pascasarjana, Direktur PPA, Sekretaris Pelaksana Program Pascasarjana dan Unit Pelaksana Teknis.

SEJARAH SINGKAT UII

Universitas Islam Indonesia didirikan pada tanggal 27 Rajab 1364 H atau bertepatan dengan 8 Juli 1945 (40 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia), dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta. STI adalah cita-cita luhur tokoh-tokoh nasional Indonesia yang melihat kenyataan bahwa ketika itu pendidikan tinggi yang ada adalah milik Belanda (Technische Hoogeschool atau Institut Teknologi Bandung kini, Recht Hoogeschool di Jakarta dan Sekolah Tinggi Pertanian di Bogor). STI lahir untuk menjadi bukti adanya kesadaran berpendidikan pada masyarakat pribumi.
Dibidani oleh tokoh-tokoh nasional seperti Dr. Moh. Hatta (Proklamator dan mantan Wakil Presiden RI), Moh. Natsir, Prof. KHA. Muzakkir, Moh. Roem, KH. Wachid Hasyim, dll, menjadikan STI sebagai basis pengembangan pendidikan yang bercorak nasional dan Islamis serta menjadi tumpuan harapan seluruh anak bangsa.
Seiring hijrahnya ibukota Republik Indonesia ke Yogyakarta, maka STI pun hijrah dan diresmikan kembali oleh Presiden Soekarno pada tanggal 27 Rajab 1365 H atau bertepatan dengan tanggal 10 April 1946 bertempat di nDalem Pangulon Yogyakarta. Untuk peningkatan peran dalam perjuangan, maka STI yang kala itu menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam, diubah menjadi universitas dengan nama University Islam Indonesia atau sekarang Universitas Islam Indonesia (Islamic University of Indonesia, Al Jami¿ah Islamiyah Al Indonesiyah) pada tahun 1947.
Realisasi perubahan STI menjadi UII didahului pembukaan kelas pendahuluan (semacam pra universitas) yang diresmikan pada bulan Maret 1948 di Pendopo nDalem Purbojo, Ngasem Yogyakarta. Sedangkan , pembukaan UII (menggantikan STI) secara resmi diselenggarakan pada tanggal 27 Rajab 1367 H (bertepatan dengan tanggal 4 Juni 1948) bertempat di nDalem Kepatihan Yogyakarta dan mendapat kunjungan dari para menteri serta pejabat sipil dan militer lainnya.
Dengan demikian, pada tanggal 27 Rajab (4 Juni 1948) hadirlah University Islam Indonesia yang merupakan wajah baru STI dan telah resmi beroperasi sejak tiga tahun sebelumnya di Negara Republik Indonesia. Pada saat diresmikan UII membuka empat Fakultas, yaitu: Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Agama.
UII sebagai universitas swasta tertua di Indonesia, kemudian berkembang sangat pesat dengan lebih 22 fakultas cabang, tersebar diseluruh Indonesia (Surakarta, Madiun, Purwokerto, Gorontalo, Bangil, Cirebon dan Klaten) dengan pusatnya di Yogyakarta.
Namun seiring dengan kebijaksanaan pemerintah bahwa cabang universitas harus ditiadakan, maka cabang-cabang ini kemudian tumbuh sebagai perguruan tinggi baru (baik negeri ataupun swasta) atau tergabung dengan perguruan tinggi negeri yang telah ada. Jadi secara tidak langsung UII mendorong tumbuh dan berkembangnya perguruan-perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia dan UII secara nyata menjadi bagian dari sejarah pendidikan nasional itu sendiri.
Satu misi sederhana dalam kata namun berat, sangat berat, bahkan dalam kenyataannya yang teremban dalam perjalanan sejarah ini adalah mewujudkan kata-kata Bung Hatta dalam pidato peresmian UII kala itu ...di Sekolah Tinggi Islam ini akan bertemu agama (religion) dengan ilmu (science) dalam kerjasama yang baik untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat...

IPDN KAMPUS KEKERASAN

Menanggapi kematian Cliff Muntu yang tewas karena dianiaya di kampusnya, Rektor IPDN mengaku kecolongan. "Mereka (para praja) secara pribadi melakukan kegiatan di luar jam yang telah ditentukan yaitu pukul 22.00 WIB. Ini ilegal," lanjutnya.Ilegal boleh saja dipakai sebagai alasan. Tetapi ini tidak menutupi fakta kalau budaya militer masih mengakar di IPDN. Dan lebih penting lagi, budaya militer masih mengakar di negara ini. Contoh paling sederhana adalah seragam PNS yang di bagian bahunya ada bagian untuk meletakkan pangkat. Padahal pangkat semacam itu nyaris tidak relevan di lingkungan sipil. Atau, perhatikan kalau tiap penerimaan siswa baru di SMP dan SMA juga disertai dengan pelatihan berbaris. Bahkan ada sebuah perusahaan air minum yang mengirim seluruh pegawainya untuk mengikuti pelatihan ala militer, lengkap dengan push-up dan bentak-bentakan. Lalu, apa hubungan pelatihan berbaris dengan prestasi sekolah dan kualitas air minum? Supaya displin katanya.Entah, apakah benar kalau berbaris, push-up, dan bentakan dapat membuat orang disiplin. Atau jangan-jangan itu cuma propaganda semata? Setidaknya insisden-insiden tadi dapat menjadi contoh betapa dalam militerisme telah merasuki bangsa ini. Menwa, Pramuka, Banser NU, adalah beberapa contoh yang lain. Dengan mendompleng gaya militer, sosok-sosok pseudo-militer ini menjadi sosok 'ksatria gagah' di masyarakat.Apakah salah mengidolakan militerimse? Tentu tidak. Tapi tidak pas, apalagi kalau diterapkan pada lembaga yang stakeholder-nya adalah rakyat, karena militerisme cenderung menerapkan budaya militer di masyarakat. Seperti disiplin yang berlebihan, budaya kekerasan, budaya ketakutan dan bahkan budaya sewenang-wenang.Disiplin dan loyalitas bukanlah hal yang buruk, tetapi tetap harus diimbangi dengan kreativitas dan kepekaan, karena, andaikata semua orang Indonesia sudah disiplin setiap hari, tetapi tidak bisa menciptakan sesuatu untuk menjadikan negara ini lebih baik, itu sama saja kita berjalan mundur.

Thursday, April 26, 2007

Bank BPD DIY Serahkan Uang Duka


Sebagai komitmen Bank BPD DIY kepada nasabah, untuk kesekiankalinya bekerjasama dengan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui Tabungan Sutera Emas, Kamis (26/4) kembali menyerahkan santunan uang duka kepada Pegawai UPN "Veteran" Yogyakarta yang juga sebagai nasabah Tabungan Sutera Emas yang meninggal dunia. Penyerahan dilakukan oleh Pemimpin Cabang Bank BPD DIY Cabang Utama Bambang Setyo Pranowo kepada Wakil Rektor II UPN "Veteran" Yogyakarta Drs. Soemadi B., M.M. dengan didampingi Wakil Rektor III Dr. Ir. Sri Wuryani, M.Agr. dan Kepala Biro Rengarku Drs.Winarno, M.M. di Ruang Sidang lantai I Gedung Jenderal Sudirman (Rektorat) Kampus Condongcatur, untuk selanjutnya diserahkan kepada ahli waris almarhum.
Selain mengucapkan belasungkawa, dalam kesempatan tersebut Bambang Setyo Pranowo yang juga alumnus UPN "Veteran" Yogyakarta, juga menyampaikan tentang produk Tabungan Sutera Emas yang didesain untuk membantu para penabung merencanakan masa depan. Tabungan ini, kata Bambang Setyo Pranowo, dapat dinikmati oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun secara kolektif melalui institusi seperti yang dilakukan UPN "Veteran" Yogyakarta.
UPN "Veteran" Yogyakarta sendiri, jelasnya, memberikan Tabungan Sutera Emas ini sebagai fasilitas kepada para pegawainya dengan bekerjasama dengan Bank BPD DIY Cabang Utama. "Tabungan ini bersifat permanen sampai dengan yang bersangkutan pensiun atau meninggal dunia. Bagi yang meninggal dunia, maka ahli waris akan mendapatkan bantuan uang", terangnya.
Pemberian santunan uang duka dari Bank BPD kepada nasabah dari UPN "Veteran" Yogyakarta yang meninggal, lanjut Pemimpin Cabang Bank BPD DIY Cabang Utama ini, sebagai bentuk tindak lanjut darikerjasama antara UPN "Veteran" Yogyakarta dengan Bank BPD DIY yang telah ditandatangani pada tahun 2005 yang lalu. Pada kesempatan ini, katanya, santunan uang duka diberikan kepada ahli waris dari Ir. Dwi Astuti, M.T. dan Sumanto.
Senada dengan Bambang Setyo Pranowo, mewakili UPN "Veteran" Yogyakarta Wakil Rektor III menyampaikan bela sungkawa, dan mengharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat tetap tabah, karena hal tersebut merupakan ujian dari Allah SWT, hiburnya. "Untuk itu, saya mengharapkan Tabungan Sutera Emas yang diberikan oleh Bank BPD DIY dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien", harap Sri Wuryani.
Wakil Rektor III UPN "Veteran" Yogyakarta Dr. Ir. Sri Wuryani, M.Agr. lebih lanjut mengatakan, dengan pemberian santunan uang duka kepada pegawai UPN "Veteran" Yogyakarta yang meninggal dunia merupakan komitmen dan bukti yang sangat meyakinkan dari Bank BPD DIY terhadap kerjasama yang telah ditandatanganinya dengan UPN "Veteran" Yogyakarta. Untuk itu, Sri Wuryani menyampaikan terima kasih kepada pihak Bank BPD DIY yang telah memberikan santunan uang duka kepada keluarga Ir. Dwi Astuti, M.T. dan Sumanto dengan harapan Tabungan Sutera Emas yang diberikan tersebut dapat diteruskan oleh ahli waris, harapnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, ahli waris Ir. Dwi Astuti, M.T. yang disampaikan oleh Hari Suprapti dan ahli waris Sumanto yang disampaikan oleh Sarjiyo, menyampaikan terima kasihnya kepada UPN "Veteran" Yogyakarta dan Bank BPD DIY yang peduli terhadap musibah yang menimpa keluarganya. "Hal ini, menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan kepada nasabah dan anggota cukup baik", kata mereka. Dikirim oleh: Humas & Hukum. http://www.upnyk.ac.id/

Discover your site's full revenue potential

Google AdSense is a fast and easy way for website publishers of all sizes to display relevant Google ads on their website's content pages and earn money. Because the ads are related to what your visitors are looking for on your site — or matched to the characteristics and interests of the visitors your content attracts — you'll finally have a way to both monetize and enhance your content pages.
It's also a way for website publishers to provide Google web and site search to their visitors, and to earn money by displaying Google ads on the search results pages. http://googleadsense.com/